You are here: Home > Operasi Perut > Efek Samping Operasi Plastik

Efek Samping Operasi Plastik

Berharap memperoleh kecantikan wajah atau keindahan tubuh secara cepat dengan operasi plastik sepertinya sudah menjadi tren di kalangan wanita. Bahkan berdasarkan fakta terakhir, remaja berusia belasan tahun pun tak sedikit yang ikut melakukannya. Di balik maraknya operasi plastik di kalangan wanita, dibarengi pula dengan cerita-cerita pilu akibat efek samping operasi plastik. Secara garis besar operasi plastik memiliki efek samping dan resiko bagi pelakunya, dan dapat dibedakan ke dalam dua kelompok yaitu efek samping secara fisik dan secara psikologis. Pengelompokkan ini hanya berdasar jenis-jenis efek samping yang pernah diungkapkan oleh beberapa wanita yang pernah menjalani operai plastik.

Secara fisik ada beberapa contoh, pertama rasa sakit. Ya, rasa sakit sesudah operasi pasti akan dirasakan oleh siapa pun dan dengan jenis operasi apa pun, termasuk operasi plastik. Walupun dalam dunia kedokteran modern sudah banyak dikembangkan obat-obatan penghilang rasa sakit, tetapi tak berarti seratus persen hilang. Seorang wanita akan tetap merasakan rasa sakit pasca operasi plastik, seperti pusing, nyeri pada bekas luka sayatan dan mual.

Kedua, meninggalkan jejak operasi berupa bekas jahitan. Pada efek samping ini sebenarnya dapat disamarkan dengan menggunakan jenis obat-obatan tertentu, tetapi tetap saja akan meninggalkan bekas walaupun tipis.

Kemudian efek samping ketiga adalah resiko gangguan organ dalam. Pasca operasi plastik, dalam kurun waktu tertentu pasien masih diharuskan mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan kimia sebagai penghilang nyeri atau pencegah alergi dan infeksi. Dalam kondisi tertentu obat-obatan tadi dapat menimbulkan resiko gangguan organ dalam seperti ginjal dan hati. Sementara gagal jantung dapat muncul pada orang yang melakukan operasi sedot lemak. Akibat terlalu banyak lemak, cairan dan darah yang disedot membuat tubuh menjadi syok dan berakibat pada gangguan jantung.

Secara psikologis, efek samping operasi plastik yaitu turunnya kepercayaan diri dan trauma psikologis yang dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Turunnya kepercayaan diri akibat dari perubahan fisik secara drastis yang membuat orang-orang di sekitar pasien merasa kaget. Bahkan tak jarang ada wanita yang mengalami depresi pasca operasi plastik karena merasa terkucil dari keluarga dan lingkungan setelah menyadari bahwa orang-orang tersebut tak lagi mengenalinya.

Pernah pula terbukti bahwa operasi plastik dapat menimbulkan efek adiktif bagi pelakunya. Berawal dari ketidakpuasan hasil operasi pertama, membuat seorang wanita merasa perlu melakukan operasi ulang untuk memperoleh hasil yang dia inginkan. Padahal operasi plastik tak akan mungkin dapat mewujudkan kecantikan wajah yang tampak alami. Akibatnya berlanjut menjadi candu dengan melakukan berkali-kali operasi plastik.

Tags:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply